Selasa, 02 November 2021

Latihan Kertas Kerja atau Worksheet

Bismillah,

Semoga adik-adik semua dalam keadaan baik dan sehat. Setelah posting sebelumnya membahas Jurnal Penyesuaian, kini saatnya kita membuat Kertas Kerja atau worksheet. Waktu ekososhum masih SMA mah namanya Neraca Lajur.

Kertas kerja yang kita kerjain nanti pakai format 10 kolom yang biasa dipelajari di sekolah-sekolah menengah atas dan kejuruan.

Kertas kerja itu intinya memindahkan data neraca saldo, trus kita masukkan data jurnal penyesuaian yang sudah qt buat. Hasilnya nanti akan keluar data terupdate (mutakhir) yang cocok sama keadaan fisik di lapangan atau di gudang. Kalau data di kertas dan di lapangan udah cocok, admin tuh ngerasanya lega, legaaa banget kayak abis makan pepaya...

Data neraca saldo:

















Kemudian, ini data jurnal penyesuaiannya:












Nah, kalau neraca saldo sama jurnal penyesuaian udah beres kita buat aja kertas kerjanya kayak di bawah ini:


Kolom Neraca Saldo Disesuaikan datanya udah mutakhir tuh, alias sudah diupdate sesuai keadaan fisik di gudang atau di lapangan.

Contohnya: 

1. Perlengkapan, datanya sudah sesuai cek fisik jadi Rp4,800,000

2. Sewa dibayar di muka, kini nilainya sudah diupdate jadi Rp10,000,000. Kan sewanya sudah terpakai selama 1 bulan.

3. Beban iklan yang sebenarnya sudah update jadi Rp680,000. Soalnya masih ada jatah 6 hari iklan kita yang belum terpakai, alias iklannya belum terbit. Kalau beban  iklan gak disesuaikan, qt rugi karena kelebihan bayar dan perusahaan labanya jadi terlihat lebih kecil.

Demikian yah adik-adik penyelesaian kertas kerjanya. Semoga bisa dipahami. Semoga bermanfaat. Mohon maaf kalau ada kesalahan dan kekurangan. 

Salam hangat, Ekososhum.

 


Senin, 01 November 2021

Latihan Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa

Bismillah, 

Ekososhum hari ini mau membahas penyelesaian soal ayat jurnal penyesuaian (AJP). Mohon maaf sumber soal belum diketahui. Semoga pemilik hak cipta berkenan soalnya dibahas di blog ini untuk keperluan pendidikan. Jikalau kurang berkenan, ekososhum memohon maaf yang sebesar-besarnya dan akan mengganti soal dengan neraca saldo yang lain.

















Neraca saldo  sudah ada, data penyesuaian sudah ada, yuk langsung qt buat ajpnya:

Langkah pertama buat jurnal penyesuaian, tentukan dulu metode yang dipakai perusahaan. Apakah perusahaan memakai metode harta atau beban.

Metode harta nama akunnya di neraca saldo: 

1. Sewa dibayar di muka 

2. Iklan dibayar di muka 

3. Asuransi dibayar di muka. 

Pokoknya akun neraca saldo yang nama belakangnya dibayar di muka itu masuk golongan harta.


Metode beban nama akunnya di neraca saldo: 

1. Beban sewa 

2. Beban iklan

3. Beban asuransi.


Perbedaan nama akun di neraca saldo, bakal menentukan metode penyesuaian yang kita kerjakan. 

Jika nama akun di neraca saldo masuk ke harta, kita bakal hitung nilainya yang sudah terpakai.

Kemudian jika nama akun di neraca saldo masuk ke dalam golongan beban, kita bakal hitung jurnal penyesuaian senilai yang masih tersisa.

Dari soal di atas, bisa kita lihat perbedaannya mana yang masuk harta dan mana yang masuk beban.

Sewa dibayar di muka masuk ke golongan harta, kita catat berapa yg sudah terpakai. Sedangkan beban iklan masuk ke golongan beban, bakal kita catat senilai yang masih tersisa.













Poin b sampai poin e di atas catat berapa yang sudah terpakai, karena menggunakan metode harta dalam penamaan akun di neraca saldonya. 

Sedangkan poin f catat berapa iklan yang masih tersisa, karena iklan menggunakan metode beban dalam penamaan akun di neraca saldo. Iklan baru terbit 24 dari 30 hari, artinya masih tersisa iklan yang belum terbit sebanyak 6 hari. Perhitungan iklannya: ( 6/30 ) x Rp850.000 = Rp170.000

Demikian contoh pembahasan jurnal penyesuaian perusahaan. Semoga bermanfaat. Sehat-sehat semua dan sukses selalu. Semoga dimudahkan segala urusan.


Salam hangat, Ekososhum.



Selasa, 26 Oktober 2021

Sekilas Tentang Jurnal Penyesuaian

Bismillah,

Hai adik-adik, apa kabarnya? Semoga kalian dalam keadaan sehat dan baik ya, amin. Kali ini, ekososhum akan membahas jurnal penyesuaian.

Sebagai informasi, pembuatan jurnal penyesuaian berada di antara neraca saldo dan kertas kerja. Kurang lebih siklus akuntansinya kayak gini kan:

Bukti transaksi - jurnal umum - buku besar - neraca saldo - jurnal penyesuaian - kertas kerja - laporan keuangan - analisis laporan keuangan.

Setelah menyelesaikan neraca saldo, jurnal penyesuaian diperlukan untuk mengubah akun riil dan akun nominal ke nilai yang sebenarnya. Seiring berjalannya waktu, akun-akun yang ada di neraca saldo tuh nilainya sudah banyak yg berubah.

Akun-akun di neraca saldo yang perlu disesuaikan antara lain:

1. Perlengkapan. Nilai perlengkapan berubah karena kertas, pulpen, dkk berkurang jumlahnya akibat dipakai pegawai untuk print dokumen,mencatat transaksi harian, dsb.

2. Aktiva tetap. Peralatan, kendaraan, dan Gedung. Pemakaian aktiva tetap menimbulkan biaya penyusutan atau biaya depresiasi.

3. Pendapatan masih harus diterima. Pendapatan itu dicatat saat pekerjaan sudah diselesaikan. Walaupun honornya baru diterima pembayarannya periode mendatang. Ini namanya basis akrual.

4. Beban masih harus dibayar. Beban atau pengeluaran dicatat saat jasanya sudah qt pakai. Walaupun qt bayar bebannya di periode mendatang. Sama kayak di atas, ini basis akrual juga.

5. Beban dibayar di muka. Biasanya dipakai untuk pembayaran sewa, asuransi, dan iklan. Beban dibayar di muka terbagi menjadi metode Harta dan metode Beban. Cara bedainnya gimana? tenang aja, kita bisa bedain metode harta atau beban dari nama akunnya di neraca saldo kok, tenang aja.

Metode harta: sewa dibayar di muka, asuransi dibayar di muka, iklan dibayar di muka.

Metode beban: beban sewa, beban asuransi, sama beban iklan.












Mohon maaf, sumber soal belum diketahui, dapat dari siswa saat belajar online.

Dari contoh neraca saldo di atas, qt bisa lihat kalau sewa menggunakan metode harta dan iklan menggunakan metode beban.

Soalnya di neraca saldo nama akun buat sewa yg dipakai adalah sewa dibayar di muka, bukan beban sewa. Gak ada akun beban sewa kan? Coba deh liat neraca saldo ke atas. Bener kan? Hehehe...

Lalu akun iklan yg dipakai di neraca saldo adalah beban iklan, buka iklan dibayar di muka. Coba liat lagi ke atas. Artinya iklan menggunakan metode beban.

Emang bedanya metode harta sama beban apa sih? Bedanya harta catat yg terpakai dan beban catat yg tersisa. 

Sewa dibayar di muka sudah terpakai 1 dari 6 bulan, sedangkan beban iklan masih tersisa 6 dari 30 hari.

6. Pendapatan diterima di muka. Biasanya untuk pembayaran sewa atau pembayaran jasa dari klien. Transaksi ini bisa dicatat menggunakan metode utang atau metode pendapatan. Lagi-lagi, kedua metode ini bisa diketahui dari penggunaan nama akunnya di neraca saldo. Kalau neraca saldo menggunakan nama akun pendapatan diterima di muka, berarti pakai metode utang. Sedangkan bila akun yang dipakai di neraca saldo pendapatan jasa, berarti yang dipakai metode pendapatan.

7. Beban kerugian piutang tak tertagih. Perusahaan secara umum sudah menyadari bahwa sebagian tagihannya tidak akan terbayar oleh pelanggan atau klien, sebagai bagian dari resiko usaha. Kayak kita aja kan, beberapa tagihan Qt ke teman ada yg tidak tertagih karena satu dan lain hal. Bisa jadi teman yang Qt tagih sedang kesulitan keuangan, usaha keluarganya sedang turun, atau mungkin hanya menghilang saja dari qt tanpa kabar. Paham dah🙂...

Yang penting waktu ngerjain AJP alias ayat jurnal penyesuaian, neraca saldonya harus udah balance. Kalo belum ya beresin dulu neraca saldonya sampai seimbang.

Sekian perkenalan AJP kali ini. Semoga bermanfaat. Maaf jikalau ada kesalahan.




Pembahasan Ekonomi Simak UI 2018, IPS-1

Berdoa dulu yah. Bersyukur buat semua yang kita punya. Trus berbuat hal terbaik yang kita bisa. Skuy langsung aj kita bahas. ...